New Look

January 10, 2012

New Look

Tampilan WordPress begitu enak dan nyaman untuk dipandang dan digunakan


Sebuah Loyalitas dalam Sepak Bola

July 9, 2011

Loyalitas

Sekian lama ane ga pernah posting di blog ane ini, akhirnya ane inget juga akan posting di blog, mungkin saking BM nya hari-hari yang ane lalui. Ane mau posting tentang sepak bola ni. Ane mengamati era 2000an ke sini banyak sekali pemain yang berganti-ganti klub, satu musim dua musim, rata-rata mereka yang pindah karena tergiur akan nilai kontrak dan yang pasti nilai gaji dan fasilitas yang di tawarkan oleh sebuah klub. Hanya segilintir pemain yang setia memakai 1 kali kostum dalam kariernya. Berikut ini ada beberapa pemain yang hampir 15 tahun ke atas  yang membela sebuah klub dan masih aktif di lapangan hijau:

              Rogerio Ceni

Siapa yang tidak kenal kiper sekaligus kapten nyentrik Sou Poulo ini. Terkenal bukan karena loyalitasnya terhadap sebuah klub melainkan kepiawaian dalamnya mengeksuki bola mati, bayangkan saja selama karirnya dia sudah mencetak 100 gol lebih dari tendangan bebas, terlepas dari itu pemain yang akrab dipanggil Ceni ini membuktikan loyalitasnya terhadap 1 klub saja, yakni Sou Poulo, dia sudah mengenakan kostum Sou Poulo itu hampir selama 20 tahun 5 bulan.

Ryan Gigg

Siapa yang tidak kenal pesepakbola Manchester United ini, tidak kita sadari bahwa seorang Gigsy sudah hampir 20 tahun 7 bulan membela The Red Devil. Gelar tim dan individu sudah banyak dia koleksi sepanjang berkarir di Old Trafford. Bahkan media media Inggris banyak memberitakan bahwa Gigsy akan mendapatkan gelar kehormatan dari sang Ratu Elizabeth Inggris, untuk menyamakan dengan pelatihnya sekarang, Sir Alex Ferguson.

Francesco Totti

Ini dia yang layak dikatakan sebuah loyalitas untuk sebuah tim. Meski hanya 18 tahun mengenakan seragam Serigala Ibu Kota, AS Roma, tapi gelar loyalitas layak disematkan padanya. Dia memasuki AS Roma senior pada tahun 1993 dan mencetak 207 gol dan masuk ke dalam 10 besar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Serie A. Bahkan saya sering melihat slogan spanduk di stadion Olympico Roma bertuliskan “No Totti No Party.” Ini terbukti dikagumi dan dirindukan oleh para fanatik AS Roma.

Alesandro Del Piero

Italia memang kiblat sepak bola dari dulu, ini salah seorang bintang yang tersisa di era sekarang. Kapten Juventus ini tidak pernah berganti seragam dan kiprah seniornya di lapangan hijau. Del Piero terkenal dengan eksekusi tendangan bebasnya yang melengkung dan mematikan. Dia memulai karirnya di Juventus sejak tahun 1933 sampai sekarang, kira-kira 18 tahun, dia sudah menyumbangkan 204 gol dan berada di 10 besar top skorer Serie A sepanjang masa atau berada 1 strip di bawah Totti.

West Brown

Jangan lupakan pemain Manchester United ini, ya West Brown memulai karirnya pada tahun 1996, hampir 15 tahun sudah membela panji Setan Merah. Meskipun jarang diturunkan dan lebih banyak di bench, West Brown layak disebut seorang yang loyal kepada sebuah tim.

Semoga para aktor sepak bola tidak tergiur akan gelimpangan uang dan fasilitas di masa yang akan datang, melainkan menjadij seorang legenda dan tentunya akan dikenang oleh jajaran klub dan tentunya suporter fanatik.

Ane minta maaf buat para idolanya yang tidak disebut gan.


Tutupi Sista, Bukan di Bungkus!!

April 23, 2011

Read Direction

Sangat miris melihat para wanita dalam mengenakan pakaian pada zaman sekarang. Semuanya begitu jelas terlihat dengan disengaja. Tidakkah para wanita berpikir?? Apa yang akan menimpa dirinya baik di dunia dan di akhirat??? Nauzdubillahi min dalik!!

Saya sebagai lelaki tidak menutupi rasa horni, sebagaimana lelaki normal. Jadi jangan salahkan para lelaki, apabila tingkahnya berbeda, bahkan bertindak tidak senonoh kepada anda pengumbar nafsu. Jika sebagian dari anda tidak tahu cara berpakaian menurut Islam secara baik dan benar. Silahkan di simak Read the rest of this entry »


Mana Suaramu!!!

April 13, 2011

“Berfikir kritis”!!! Itulah mungkin kalimat yang pantas disandang oleh seorang mahasiswa. Tidak bisa dielakkan lagi. Kadang sebagian mahasiswa tidak bisa menuangkan pikiran kritis itu, tidak sedikit dari mereka mengekpresikan pikiran kritis itu dengan demontrasi yang menyebabkan bentrokan dengan mahasiswa dari kampus lain atau bahkan dengan aparat lain. Lantas bagaimana untuk mengekpresikan pikiran kritis itu?

Salah satu cara terbaik untuk mahasiswa dalam mengungkapkan pemikiran kritisnya adalah melalui tulisan, berupa esei ataupun opini. Esei ataupun opini menjadi sebuah media paling efektif untuk ini. Cukup dengan satu atau dua kalimat pendek, bahasa populer yang mudah dipahami, dan perspektif yang menarik jadi kelebihan dari esei ataupun opini. Tanpa harus ugal-ugalan demo di jalan.

Sekarang tidak sedikit para mahasiswa mengekpresikan itu dengan beropini di koran-koran nasional yang setiap harinya dibaca oleh masyarakat luas dan itu terbukti lebih efektif dan efisien.

terlepas dari pada itu, memang sepantasnya bagi seorang mahasiswa untuk beranjak kepada media itu.

Selain alasan efektif dan efisien, mahasiswa itu seorang pelajar yang sudah di”maha”kan/ditinggikan oleh semua kalangan masyarakat, tidak pandang kelas apapun, mereka bilang mahasiswa. Jadi sudah sepantasnya mahasiswa menggunakan kemahaan itu dengan sedikit bercampur ke arah tehnologi.

Hidup mahasiswa. Gunakan kemahaan itu dengan tepat!!!

 


For My Beloved Father

April 12, 2011

Tulisan ini saya persembahkan untuk ayah saya tercinta yang telah meninggalkan saya hampir 7 tahun silam. untuk mengungkapkan rasa rindu saya, saya tulis secarik kata2 ini untukmu, ayah Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.